Asal mula hubungan cinta itu adalah seruan hati : ”Hendaknya engkau menjalani hidup bersama aku. Andaikata seruan itu kau jawab dengan membuka hati bagi aku, yang telah terbuka bagi engkau, maka dapat dimulai hidup bersama dalam cinta”, syaratnya ialah kerendahan hati pada orang yang memanggil, kesediaan pada orang yang dipanggil.
Supaya hubungan cinta berhasil perlulah keterlibatan yakni kehendak untuk menyertai seorang lain dalam hidupnya, baik dalam perasaan-perasaannya dan cita-citanya maupun dalam perbuatan-perbuatannya. Akibatnya terjadi suatu perserikatan : aku dan engkau menjadi kita. Secara demikian hidup pribadi kedua orang berubah sama sekali. Mereka melepaskan hidupnya dan dunianya individuil untuk masuk hidup dan dunia bersama.